Pendidikan diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga formal yang mengajarkan berbagai bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, serta keterampilan anak. Untuk menjalankan kegiatan dengan efektif, penting untuk melakukan evaluasi kinerja yang dapat memberikan penilaian, pemantauan, dan motivasi bagi semua pihak yang terlibat. Kinerja mewakili sistem manajemen dan kontrol yang menghasilkan informasi untuk dibagikan kepada pelanggan internal dan eksternal (Henri, 2004). Peran penting dalam pengembangan strategi dan penilaian pencapaian tujuan organisasi diemban oleh sistem evaluasi kinerja.
Apa itu Kinerja?
Konsep kinerja organisasi telah menarik perhatian para ahli teori dan praktisi (Bausch & Pils, 2009; Farrukh et al., 2020). Definisi kinerja sangat sulit ditetapkan untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh. Kata “kinerja” kerap diartikan sebagai prestasi, efektivitas, hasil kerja, dan pencapaian target. Di antara kesamaan pemahaman antara pelbagai istilah tersebut menunjukkan perbedaan dalam hal kinerja mendasar dalam konsep dan prosesnya. Kinerja merupakan interpretasi dari kata performance dalam bahasa Inggris. Kinerja memiliki keterkaitan yang erat dengan prestasi individu atau lembaga dalam menjalankan fungsinya. Sehingga terdapat hubungan yang signifikan terkait capaian tujuan organisasi. Jika organisasi berhasil mencapai target secara efektif, dapat dianggap bahwa kinerjanya memuaskan dan sebaliknya.
Jadi, definisi kinerja adalah sebuah prestasi yang dapat diperoleh oleh individu atau kelompok dalam suatu struktur organisasi sebagai upaya mencapai tujuan organisasi. Definisi kinerja juga memiliki variasi dalam berbagai bidang kegiatan, dan terkadang diartikan sebagai hasil kerja, efektivitas kerja, atau pencapaian tujuan. Aspek perilaku yang diharapkan dalam kinerja harus sesuai dengan aturan, hukum, serta moral dan etika yang sesuai dengan tanggung jawab, serta menggambarkan kekhasan masing-masing organisasi atau individu.
Apa itu Organisasi?
Kata organisasi memiliki asal usul dari bahasa Latin, yaitu kata organum yang memiliki makna sebagai alat. Organisasi didefinisikan sebagai group of people atau sekelompok/sejumlah orang bekerjasama demi mencapai suatu target yang diinginkan (Sobirin, 2015).
Organisasi dapat dijelaskan sebagai sebuah entitas sosial yang disusun dengan sengaja, terdiri dari dua orang atau lebih, yang secara kontinu bekerja bersama untuk mencapai sekelompok tujuan bersama (Robbins & Judge, 2005).
Robbins (Demeke & Tao, 2020) menyebutkan bahwa organisasi adalah sebuah kelompok individu bekerja sama dalam suatu organisasi dengan sasaran bersama untuk dicapai secara relatif terus-menerus, seperti sekolah, rumah sakit, perusahaan jasa, toko ritel, departemen kepolisian, unit militer, organisasi sukarelawan, dan lembaga pemerintah lokal, provinsi, dan federal. Teori organisasi dan konsep kinerja organisasi penting untuk diketahui agar memiliki gambaran yang jelas tentang sifat organisasi.
Fattah (2004) menjelaskan dua pengertian umum organisasi yaitu: Pertama, organisasi bagaikan entitas fungsional. Kedua, organisasi mengacu pada langkah-langkah pengaturan adalah cara mengatur pekerja serta didistribusikan antara para partisipan organisasi dengan sasaran yang telah ditetapkan.
Organisasi merujuk pada sekelompok individu yang bekerja sama dalam suatu sistem untuk mencapai tujuan yang sama. Barnard (Gudono, 2009) mendefinisikan organisasi sebagai sistem aktivitas yang dikoordinasikan secara sadar untuk mencapai tujuan. Seluruh anggota organisasi perlu bekerja sama dan mempertahankan executive stratum untuk mengelola ukuran antara tujuan organisasi dengan berbagai kepentingan anggota organisasi. Sedangkan menurut Parson (Gudono, 2009) organisasi diartikan sebagai entitas sosial yang terbentuk dengan tujuan khusus secara eksklusif. Pernyataan tersebut dapat didefinisikan menjadi inti dari sebuah organisasi adalah kolaborasi, di mana individu bersedia berhubungan timbal balik demi memperoleh sasaran bersama.
Apa itu Kinerja Organisasi?
Konsep kinerja organisasi menurut Daft (2010) yaitu keahlian organisasi guna memperoleh tujuan dengan memanfaatkan sumber daya dengan efisien dan efektif. Pendapat tersebut dapat dipahami bahwa kinerja organisasi sebagai kapasitas organisasi untuk mencapai tujuan dan sasarannya secara efektif dan efisien dengan menggunakan sumber daya dan fisik yang tersedia.
Kemudian menurut Cascio (2014) kinerja organisasi merupakan tingkat pencapaian misi kerja yang diukur dari hasil kerja, aset tidak berwujud, hubungan pelanggan, dan kualitas layanan. Kesimpulan dari pendapat tersebut, maka penilaian kinerja organisasi secara keseluruhan didasarkan pada pencapaian hasil kerja, aset tidak berwujud, hubungan pelanggan, dan kualitas layanan yang semuanya berkontribusi pada kesuksesan dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan dan misi kerjanya.
Kinerja organisasi sebagai transformasi adaptif dan perubahan kompleks yang direalisasikan dengan bantuan model yang terdiri dari indikator kinerja terintegrasi yang mencerminkan pendekatan dinamis dan independen dengan tujuan organisasi (Oncioiu et al., 2022). Setiap organisasi ingin terus berkembang. Pencapaian kinerja organisasi sangat bergantung pada bagaimana organisasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan eksternal (Contu, 2020).
Beberapa pendapat tersebut dapat dipahami bahwa prestasi perusahaan selalu memiliki dampak penting pada langkah-langkah yang diambil oleh suatu organisasi. Salah satu perhatian terkait efek ini adalah meningkatnya jumlah dan variasi peralatan serta pendekatan untuk mengukur prestasi dengan teliti dan secara bertahap, sehingga membentuk dasar penelitian yang solid baik di kalangan perusahaan maupun di lingkungan akademis.. Oleh karena itu, baik akademik maupun manajer terus memeriksa konsep kinerja.
Seluruh uraian tersebut menjelaskan bahwa kinerja organisasi adalah produk dari usaha individu atau kelompok di dalam suatu entitas. Kinerja organisasi juga dapat diartikan sebagai usaha untuk mencapai tujuan secara sah dan sebanding dengan tanggung jawab, serta mencerminkan kekhasan masing-masing organisasi atau individu. Dalam hal ini, kinerja organisasi menjadi ukuran atau penilaian atas sejauh mana organisasi mencapai strategi yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan efisiensi, efektivitas, dan hasil kinerja dalam mencapai hasil yang diinginkan.
Apa Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Organisasi?
Beberapa faktor dapat memengaruhi performa sebuah organisasi yang kompleks dan saling terkait. Menurut Tangkilisan (2005) Motivasi, budaya organisasi, kompensasi, kepemimpinan, kepuasan kerja, kedisiplinan, lingkungan kerja, dan komitmen organisasi merupakan aspek-aspek yang memainkan peran penting dalam mempengaruhi kinerja suatu organisasi. Di samping itu, tujuan organisasi, budaya organisasi, kepemimpinan, dan kualitas kerja juga turut menjadi
faktor-faktor yang berdampak pada kinerja organisasi. Amstrong & Baron (Wibowo, 2016, p. 84) mengatakan sebagai berikut:
Beberapa faktor yang memengaruhi kinerja: 1) Personal Factors, ditunjukkan oleh tingkat keterampilan, kompetensi yang dimiliki, motivasi dan komitmen individu. 2) Leadership Factor, ditentukan oleh kualitas
dorongan, bimbingan, dan dukungan yang dilakukan manajer dan team leader. 3) Team Factors, ditunjukkan oleh kualitas dukungan yang diberikan oleh rekan sekerja. 4) System Factor, ditunjukkan oleh adanya sistem kerja dan fasilitas yang diberikan organisasi. 5) Contextual Situational, ditunjukkan oleh tingginya tingkat tekanan dan perubahan lingkungan internal dan eksternal.
Faktor-faktor tersebut bersifat kompleks dan saling berinteraksi, sehingga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kinerja organisasi yang optimal memerlukan pengelolaan yang holistik dan berkelanjutan. Semua penjelasan di atas dapat diambil kesimpulannya bahwa elemen-elemen yang mempengaruhi kinerja suatu organisasi bersifat elusif dan saling terkait satu sama lain. Pengelolaan holistik dan berkelanjutan juga diperlukan dalam organisasi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kinerja secara optimal.
Pustaka
Bausch, A., & Pils, F. (2009). Product diversification strategy and financial performance: Meta-analystic evidence on causality and construct multidimensionality. Review of Managerial Science, 3(3), 157-190.
http://doi.org/10.1007/s11846-009-0027-4.
Cascio, W. F. (2014). Leveraging employer branding, performance management and human resource development to enhance employee retention. Human Resource Development International, 17(2), 121-128.
http://doi.org/10.1080/13678868.2014.886443.
Contu, E. G. (2020). Organizational performance-theoretical and practical approaches; study on students’ perceptions. Proceedings of the 14th International Conference on Business Excellence, 398-406. http://doi.org/10.2478/picbe-2020-0038.
Daft, R. L. (2010). Organization theory and design tenth edition. USA: South-Western Cengage Learning
Demeke, B., & Tao, C. (2020). Concept & perspectives of organizational performance measurement: Literature review. International Journal of Academic Multidisciplinary Research (IJAMR), 4(8), 89-96. http://ijeais.org/wp-content/uploads/2020/8/IJAMR200811.pdf.
Farrukh, S., Salim, N., Abdulrahman, H., Altalhi, Z. U., Al-Malaise, A., & Zahid, M. K. (2020). Assessing the effects of information and communication technologies on organizational development: Business values perspectives. Information Technology for Development, 26(1), 54–88. https://doi.org/10.1080/02681102.2017.1335279.
Fattah, N. (2004). Landasan manajemen pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.
Gudono. (2009). Teori Organisasi. Sleman (DIY): Pensil Press.
Henri, J. F. (2004). Performance measurement and organizational effectiveness: Bridging the gap. Managerial Finance, 30(6), 93-123. http://dx.doi.org/10.1108/03074350410769137.
Oncioiu, I., Kandzija, V., Petrescu, A. G., Panagoreţ,, I., Petrescu, M., & Petrescu, M. (2022). Managing and measuring performance in organizational development. Economic Research, 35(1), 915-928. https://doi.org/10.1080/1331677X.2021.1951317.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2005). Organizational behavior (15th ed.). New York: Pearson Education, Inc.
Sobirin, A. (2015). Materi pokok perilaku organisasi (Ed. 1). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Tangkilisan, H. N. (2005). Manajemen Publik (Cet. 1). Jakarta: Grasindo.
Wibowo. (2016). Manajemen kinerja. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Leave a Reply