Kepemimpinan adalah komoditas yang sangat dicari dan sangat dihargai. Orang-orang terus bertanya pada diri mereka sendiri dan orang lain tentang apa yang membuat mereka menjadi pemimpin yang baik.
Sebagai individu, mereka mencari lebih banyak informasi tentang bagaimana menjadi pemimpin yang efektif. Banyak orang percaya bahwa kepemimpinan adalah cara untuk meningkatkan kehidupan pribadi, sosial, dan profesional mereka. Perusahaan mencari mereka yang memiliki kemampuan kepemimpinan karena mereka percaya bahwa mereka membawa aset khusus untuk organisasi mereka dan, pada akhirnya, meningkatkan keuntungan. Institusi akademis di seluruh negeri telah merespons dengan menyediakan program-program dalam studi kepemimpinan.
Selain itu, kepemimpinan telah menarik perhatian para peneliti di seluruh dunia. Beberapa peneliti mengkonseptualisasikan kepemimpinan sebagai sebuah sifat atau perilaku, sementara yang lain melihat kepemimpinan dari perspektif pemrosesan informasi atau sudut pandang relasional.
Setelah puluhan tahun mengalami disonansi, para ahli kepemimpinan sepakat akan satu hal: Mereka tidak dapat menemukan definisi yang sama untuk kepemimpinan. Karena faktor-faktor seperti pengaruh global yang terus berkembang dan perbedaan generasi, kepemimpinan akan terus memiliki arti yang berbeda untuk orang yang berbeda. Intinya yaitu bahwa kepemimpinan adalah konsep yang kompleks, yang mungkin masih dalam proses.
Cara-cara Mengkonseptualisasikan Kepemimpinan
Menurut Bass (1990, p. 11-20) bahwa beberapa definisi memandang kepemimpinan sebagai fokus dari proses kelompok. Pada perspektif tersebut, pemimpin berada di pusat perubahan, aktivitas kelompok, serta mewujudkan keinginan kelompok.
Definisi lain mengkonseptualisasikan kepemimpinan dari perspektif kepribadian, bahwa kepemimpinan adalah kombinasi dari sifat-sifat khusus atau karakteristik yang dimiliki oleh beberapa individu. Sifat-sifat ini memungkinkan individu-individu tersebut untuk mendorong orang lain untuk menyelesaikan tugas.
Pendekatan lain, kepemimpinan didefinisikan sebagai suatu tindakan atau perilaku hal-hal yang dilakukan oleh para pemimpin untuk membawa perubahan dalam suatu kelompok.
Selain itu, ada juga yang mendefinisikan kepemimpinan dalam hal hubungan kekuasaan yang ada di antara para pemimpin dan pengikut. Dari sudut pandang ini, para pemimpin memiliki kekuasaan yang mereka gunakan untuk melakukan perubahan pada orang lain.
Pandangan lain menyebutkan bahwa kepemimpinan sebagai proses transformasional yang menggerakkan para pengikut untuk mencapai lebih dari yang biasanya diharapkan dari mereka.
Terakhir, beberapa ahli membahas kepemimpinan dari sudut pandang keterampilan. Sudut pandang ini menekankan pada kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) yang memungkinkan kepemimpinan yang efektif.
Komponen Kepemimpinan
Terlepas dari berbagai cara yang digunakan untuk mengkonseptualisasikan kepemimpinan, komponen-komponen berikut ini dapat diidentifikasi sebagai inti dari fenomena tersebut: (a) Kepemimpinan adalah sebuah proses, (b) kepemimpinan melibatkan pengaruh, (c) kepemimpinan terjadi dalam kelompok, dan (d) kepemimpinan melibatkan tujuan-tujuan bersama. Berdasarkan komponen-komponen tersebut, definisi kepemimpinan yang digunakan dalam tulisan ini adalah sebagai berikut:
Kepemimpinan adalah sebuah proses dimana seorang individu mempengaruhi sekelompok individu untuk mencapai tujuan bersama.
Mendefinisikan kepemimpinan sebagai sebuah proses berarti kepemimpinan bukanlah suatu sifat atau karakteristik yang ada pada diri pemimpin, melainkan suatu peristiwa transaksional yang terjadi antara pemimpin dan pengikutnya. Proses mengimplikasikan bahwa seorang pemimpin mempengaruhi dan dipengaruhi oleh para pengikutnya. Hal ini menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah peristiwa linier dan satu arah, melainkan peristiwa interaktif. Ketika kepemimpinan didefinisikan dengan cara ini, kepemimpinan menjadi tersedia bagi semua orang. Kepemimpinan tidak terbatas pada pemimpin yang ditunjuk secara formal dalam sebuah kelompok.
Kepemimpinan melibatkan pengaruh. Hal ini berkaitan dengan cara pemimpin mempengaruhi pengikutnya. Pengaruh adalah hal yang paling penting dalam kepemimpinan. Tanpa pengaruh, kepemimpinan tidak akan ada.
Kepemimpinan terjadi dalam kelompok. Kelompok adalah konteks di mana kepemimpinan terjadi. Kepemimpinan melibatkan pengaruh terhadap sekelompok individu yang memiliki tujuan yang sama. Ini bisa berupa kelompok tugas kecil, kelompok komunitas, atau kelompok besar yang mencakup seluruh organisasi. Kepemimpinan adalah tentang satu individu yang mempengaruhi sekelompok orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Kepemimpinan mencakup perhatian terhadap tujuan bersama. Para pemimpin mengarahkan energi mereka kepada individu-individu yang berusaha mencapai sesuatu bersama-sama. Tujuan bersama yang dimaksud yaitu para pemimpin dan pengikut memiliki tujuan yang sama. Hal ini ditekankan pada peran para pemimpin untuk bekerja sama dengan para pengikutnya dalam mencapai tujuan yang telah dipilih. Selain itu, juga dapat mengurangi kemungkinan pemimpin bertindak terhadap pengikutnya dengan cara-cara paksaan atau tidak etis. Hal ini juga meningkatkan kemungkinan bahwa para pemimpin dan pengikut akan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama (Rost, 1991).
Di sepanjang teks ini, orang-orang yang terlibat dalam kepemimpinan akan disebut pemimpin, dan mereka yang menjadi sasaran kepemimpinan akan disebut pengikut. Baik pemimpin maupun pengikut sama-sama terlibat dalam proses kepemimpinan. Pemimpin membutuhkan pengikut, dan pengikut membutuhkan pemimpin (Burns, 1978; Heller & Van Til, 1983; Hollander, 1992; Jago, 1982). Meskipun pemimpin dan pengikut memiliki hubungan yang erat, pemimpinlah yang sering kali memulai hubungan, menciptakan hubungan komunikasi, dan memikul beban untuk menjaga hubungan tersebut.
Pemimpin memiliki tanggung jawab etis untuk memperhatikan kebutuhan dan keprihatinan para pengikut. Seperti yang ditunjukkan oleh Burns (1978), diskusi tentang kepemimpinan kadang-kadang dipandang sebagai politis karena kekuasaan dan kepentingan tersirat yang sering dianggap berasal dari pemimpin dalam hubungan pemimpin-pengikut. Pemimpin tidak berada di atas atau lebih baik dari pengikut. Pemimpin dan pengikut harus dipahami dalam hubungannya satu sama lain (Hollander, 1992) dan secara kolektif (Burns, 1978).
Pustaka
Bass, B. M. (1990). Bass and Stogdill’s handbook of leadership: A survey of theory and research. New York: Free Press.
Burns, J. M. (1978). Leadership. New York: Harper & Row.
Heller, T., & Van Til, J. (1983). Leadership and followership: Some summary propositions. Journal of Applied Behavioral Science, 18. 405–414.https://doi.org/10.1177/002188638201800313.
Hollander, E. P. (1992). Leadership, followership, self, and others. Leadership Quarterly, 3(1). 43–54. https://doi.org/10.1016/1048-9843(92)90005-Z.
Jago, A. G. (1982). Leadership: Perspectives in theory and research. Management Science, 28(3). 315–336. https://doi.org/10.1287/mnsc.28.3.315.
Northouse, P. G. (2016). Leadership : theory and practice seventh edition. USA: SAGE Publications.
Rost, J. C. (1991). Leadership for the twenty-first century. New York: Praeger.

Leave a Reply