Ketika kita membaca Al-Qur’an seringkali mengabaikan hukum-hukum tajwid di dalamnya. Apa itu ilmu tajwid? Mengapa kita harus mempelajarinya? Apa hukum mempelajari ilmu tajwid?
Pertama-tama marilah kita memahami terlebih dahulu apa itu ilmu tajwid dan apa tujuan mempelajarinya?
Apa itu Ilmu Tajwid?
Ilmu Tajwid adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui kaidah dan cara membaca (menyembunyikan) huruf-huruf Al-Qur’an secara baik dan benar.
Sedangkan tujuan mempelajari ilmu tajwid itu sendiri ialah untuk memelihara bacaan Al-Qur’an dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca.
Hal yang paling penting dipelajari dalam ilmu tajwid adalah huruf-huruf hijaiyah dengan bermacam-macam harakatnya serta dalam bermacam-macam hubungannya.
Apa Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid?
Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah Fardlu Kifayah, sedangkan membaca Al-Qur’an dengan baik sesuai dengan ilmu tajwid hukumnya Fardlu ‘Ain.
Nun suku adalah huruf ن yang ditandai seperti نْ
Tanwin adalah suara nun sukun yang terdapay diakhir kata benda, berikut tanda harakat rangkap (tanwin):
- Suara AN ditandai dengan Fathatain ( ً )
- Suara IN ditandai dengan Kasrotain ( ٍ )
- Suara UN ditandai dengan Dhomatain ( ٌ )
Berikut 5 macam hukum nun sukun dan tanwin:
- Idhar Halqi (اِظْهَارْ حَلْقِى)
- Idhgom Bi-Ghunnah (اِدْغَامْ بِغُنَّهْ)
- Idhgom Bilaa-Ghunnah (اِدْغَامْ بِلَاغُنَّهْ)
- Iqlab (اِقْلَابْ)
- Ikhfaa’ (اِخْفَاءْ)
Pengertian Idhar Halqi (اِظْهَارْ حَلْقِى)
Idhar artinya menjelaskan.
Halqi berasal dari kata “halq” yang berarti tenggorokan.
Jadi hukum bacaan Idhar Halqi yakni apabila Nun Sukun (نْ) dan Tanwin ( ً ٍ ٌ ) bertemu dengan salah satu huruf-huruf halqi yaitu: ء, ه, ح, خ, ع, غ
Huruf-huruf ini disebut halqi karena tempat keluarnya suara huruf tersebut yaitu pada kerongkongan.
Cara membacanya harus terang, jelas dan pendek. Bunyi suaranya tetap jelas, tidak samar dan tidak mendengung.
Contoh Bacaan Idhar Halqi :

Pengertian Idhgom Bi-Ghunnah (اِدْغَامْ بِغُنَّهْ)
Idghom artinya memasukkan atau mentasydidkan.
Bi-ghunnah artinya dengan mendengung.
Jadi Idghom Bi-Ghunnah adalah apabila nun sukun (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ ) bertemu dengan salah satu dari empat huruf ini : ي , ن , م , و
Cara membacanya yaitu dimasukkan menjadi satu dengan huruf sesudahnya atau ditasydidkannya dengan mendengung dan dibaca panjang 2 harakat.
Contoh Bacaan Idghom Bi-Ghunnah:

Perbedaan antara Idghom Bi-Ghunnah dengan Idhar Wajib
Namun, apabila nun sukun (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ ) bertemu dengan salah satu huruf yang empat tersebut dalam satu kalimat, maka tidak dibaca Idghom (tidak ditasydidkan), harus dibaca dengan terang dan jelas atau Idhar dan tidak dibaca panjang atau hanya 1 harakat. Hukum bacaan tersebut disebut Idhar Wajib.
Contoh Bacaan Idhar Wajib:
- بُنْيَانٌ : harus dibaca Bunyaanun
- قِنْوَانٌ : harus dibaca Qinwaanun
- دُنْيَا : harus dibaca Dunyaa
Pengertian Idhgom Bilaa-Ghunnah (اِدْغَامْ بِلَاغُنَّهْ)
Idghom artinya memasukkan atau mentasydidkan.
Sedangkan Bilaa-Ghunnah artinya dengan tidak mendengung.
Jadi Idghom Bilaa-Ghunnah adalah apabila nun sukun (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ ) bertemu dengan salah satu dari dua huruf ini : ل & ر
Cara membacanya yaitu dengan memasukkan atau mentasydidkan huruf lam dan ro’ tetapi tanpa mendengung.
Contoh Bacaan Idghom Bilaa-Ghunnah:

Pengertian Iqlab (اِقْلَابْ)
Iqlab artinya menukar atau mengganti.
Maka hukum bacaan Iqlab yaitu apabila nun sukun (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ ) bertemu dengan huruf ب
Cara membacanya yaitu dengan menyuarakan huruf nun atau tanwin menjadi suara mim ( م ) dengan merapatkan dua bibir serta mendengung.
Contoh Bacaan Iqlab:

Pengertian Ikhfaa’ (اِخْفَاءْ)
Ikhfaa’ artinya menyamarkan atau menyembunyikan.
Hukum bacaan Ikhfaa’ ialah apabila nun sukun (نْ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ ) bertemu dengan salah satu dari 15 huruf hijaiyah berikut:
ت،ث،ج،د،ذ،ز،س،ش،ص،ض،ط،ظ،ف،ق،ك
Bagaimana Cara Membaca Ikhfaa’?
cara membacanya yaitu suara nun atau tanwin masih tetap terdengar tetapi samar antara idhar dan idghom, kemudian bersambung dengan makhroj huruf berikutnya, sehingga terdengar bunyi seperti:
- tetap berbunyi huruf ( نْ ) jika bertemu dengan ( ت د ص ض ط ). Misalnya: اَنْ تَسْئَلُوْا dibaca ANNTAS-ALUU
- “NY” jika bertemu dengan ( ج ). Misalnya: مِنْ جُوْعٍ dibaca MINYJUU’IN
- “NY & NG” jika bertemu dengan ( ث ذ س ش ). Misalnya: مِنْ ثَمَرِهِ dibaca MINYNGTSAMARIHII
- “NG” jika bertemu dengan ( ز ظ ف ق ك ). Misalnya: اَنْزَلْنَآ dibaca ANGZALNAA
Contoh Bacaan Ikhfaa’:


Demikian penyajian materi tentang Hukum Nun Sukun (نْ) dan Tanwin ( ً ٍ ٌ ) yang disusun dalam table menarik. Semoga bisa menambah pemahaman saudara-saudara dan bisa menjadi motivasi diri dalam belajar ilmu tajwid. Apakah ada pertanyaan? Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini!

Leave a Reply